Diawal Tahun 1950 ada sekitar 30 orang pendatang
(suku ogan) yang berasal dari daerah yang bernama Lubuk Rukam Sumatra
Selatan yang mau mencoba untuk mencari
lahan untuk bercocok tanam , yang mana waktu itu keberadaan tanah sangat subur
dan hijau. Namun, antara
pendatang dan penduduk asli tidak ada permasalahan saling mengenal dan membantu pembukaan lahan baru. Dan beberapa keompok
orang tsb membuat tempat tinggal di masing masing lahan yang mereka buka /
garap. Dengan kehidupan masih dalam keadaan primitif
Beberapa waktu kemudian dari
beberapa orang tersebut mulai mendirikan perkampungan, dan dari tahun ketahun
pendatang terus bertambah dan menetap. Wilayah
perkampungan tersebut termasuk ke wilayah kampung Tulung Buyut. Dan
selanjutnya lama kelamaan perkampungan / pemukiman ini mulai ada peningkatan dan kemajuan seiring
dengan pergeseran masa dan pertukaran waktu. Orang orang / masyarakat yang
hidup di seputaran wilayah ini lalu menemukan dan medirikan perkampungan dan
diberi nama , wilayah pemukiman sebelah utara diberi nama Dusun I dan II Lubuk
Rukam, Dusun III Simpang Budiman, Dusun IV Way Buluh dan Dusun V Tegajul. Pemukiman ini sejak tahun 1950 s/d tahun (belum ada informasi yang jelas) dibawah naungan kampung Tulung Buyut dan di pimpin oleh seorang Kepala
Negeri.
Semenjak tahun itulah dari kelima
perkampungan ini dimekarkan dari perkampung Tulung Buyut dengan disepakati nama kampung oleh tokoh
masyarakat menjadi Desa Lubuk Rukam. Dan dari situlah pola pemikiran masyarakat
yang tinggal diwilayah baru mulai menemukan kehidupan dan penghidupan yang
selama ini terbelenggu dalam kehidupan primitive, pola pemikiran mulai terbuka
dan mulai mengenal apa yang dinama kan
Kepala Desa dan lain sebagainya.. Dan pada waktu itu juga seorang Kepala Desa
yang dibantu oleh kepala suku mulai bersatu dengan masyarakat dan saling
bergandengan tangan untuk memulai kegiatan kegiatan sosial / gotong royong
pembukaan jalan, membangun tempat ibadah serta mulai menata Perkampung, dan
lama kelamaan berkat saling bekerja sama antara pimpinan dengan masyarakat,
sehingga terciptalah Desa/kampung yang
mulai tertata dengan masyarakatnya berkehidupan nyaman dan aman.
Dalam kurun waktu yang tidak
sebentar perubahan perubahan wilayah Lubuk Rukam mulai kelihatan. Pemerintah
sudah mulai melihat dan tau keadaan dan kondisi Desa Lubuk Rukam, sedangkan
mata pencarian masyarakat sebagian besar bertani. Namun tak terputus dari
pandangan Pemerintah untuk memberikan bantuan ,baik pembangunan maupun disektor
Pertanian. Dan berdasarkan legenda cerita desa Lubuk Rukam dari mulainya berdiri terus menerus melaksanakan program
Pemerintahan yang tak pernah terputuskan hinngga saat ini dari kehidupan dalam kegelapan menjadi Desa yang setara dengan desa desa
tetangga. Dan itulah Desa Lubuk Rukam.
